Pembagian Zaman Pra-Aksara secara Arkeologi

indoarkeologi.xyz – proporsi zaman pra-aksara dibagi jadi dua, yakni secara geologi dan arkeologi. Geologi sendiri merupakan sebuah ilmu yang mempelajari bebatuan, sedang arkeologi adalah ilmu yang mempelajari tentang peninggalan sejaran. disaat ini topik yang bakal dibahas adalah secara arkeologi.
Zaman pra-aksara atau zaman pra-sejarah juga disebut sebagai zaman nirleka yang menandakan zaman tanpa postingan atau aksara. Di zaman ini memanglah manusia belum mengenal terdapatnya kasara dan tulisan supaya kehidupan mereka masih sangat sederhana.
Lantas, seperti apa proporsi Zaman Pra-Akasara Secara Arkeologi? tersebut informasinya.
Pembagian Zaman Pra-Akasara Secara Arkeologi
Zaman Batu
Pada zaman batu, manusia purba bertahan hidup bersama dengan langkah berburu dan bercocok tanam dengan simple Kehidupan di zaman ini belum hadir postingan lebih-lebih teknologi. semata-mata datang beberapa alat sederhana yang bisa diciptakan manusia purba, seperti kapak genggam, kapak perimbas, dan sebuah karya berwujud patung bersifat manusia dan hewan.
Zaman batu terbagi atas beberapa zaman, yaitu:
Zaman Palaeolitikum atau zaman batu tua yang terjadi pada 50.000 hingga 10.000 SM. Di zaman ini manusia purba mengenal berburu dan menghimpun makanan.
Zaman Mesolitikum atau zaman batu lagi tengah di mana manusia telah jadi hidup semi menetap dan merasa mengenal memasak dikarenakan ada temuan perkakas.
Zaman Neolitikum atau zaman batu baru/muda dimana manusia telah mulai hidup menetap dan telah mengenal bercocok tanam dan dapat menghasilkan makanan sendiri.
Zaman Megalitikum atau zaman batu besar dimana manusia purba sudah merasa buat dan tingkatkan kebudayaannya dan meninggalkan bukti berbentuk menhir, punden berundak, dolmen, dan lain-lain.
Zaman Logam
Zaman logam disebut termasuk sebagai zaman perundingan dan manusia purba telah mengenal teknologi simpel dan pertukangan. Manusia purba terasa buat alat-alat yang terbuat dari logam, layaknya perunggu dan besi. antara zaman logam, dibagi menjadi tiga, yaitu:
Zaman Tembaga, di zaman ini manusia purba jadi mengenal tembaga sebagai bahan dasar alat-alat.
Zaman Perunggu, di zaman ini manusia menjadi membuat berbagai macam alat gunakan bahan perunggu, layaknya kapak corong, candrasa, dan nekara.
Zaman Besi, di zaman ini manusia telah semakin maju dan jadi bisa buat peralatan yang lebih prima dengan bahan besi. Alat-alat yang dibuat seperti pisau, sabit, pedang, dan lain-lain.
Itulah bagian Zaman Pra-Aksara Secara Arkeologi.