Pasar Triwindu Solo Diburu Kolektor Barang Antik

indoarkeologi.xyz – selain tenar dengan kota penghasil batik, Solo mulai buruan kolektor barang antik dan kuno. Bagi fans barang antik dapat mendatangi Pasar Triwindu.
Pasar Triwindu sedia kan bermacam style barang peninggalan jaman pernah (jadul) layaknya piringan hitam, lampu-lampu kuno, radio, dan masih banyak lagi.
Bila tidak menyukai koleksi benda jadul, dan lebih menyukai koleksi buku kuno, maka bagi penggemar buku kuno tertarik mendatangi Taman Buku dan Majalah, Alun-alun Utara Keraton Kasunanan Surakarta.
Di wilayah ini kita bisa memperoleh buku baru dan lama, komik lama karya Kho Ping Ho, R Kosasih, majalah, primbon, kamus berbahasa Belanda, dan naskah Jawa kuno, layaknya Serat Centhini, Babad Tanah Jawi dapat diperoleh disini.
Mbah Paino, pemilik kios mengaku penduduk Solo mengenal buku tidak mahal di belakang Taman Sriwedari. Mereka biasanya mengenal sebutan BuSri (Mburi Sriwedari) yang termasuk menyediakan buku bekas apalagi buku baru bersama harga miring dibandingkan bersama dengan toko buku besar.
“Namun di pasar buku bekas di Alun utara, punya keunggulan lain selain harganya lebih murah di sini koleksi dijual merupakan buku kuno dan pengetahuan umum,” jelasnya kala ditemui di kiosnya belum lama ini.
Banyak pengunjung yang tertarik datang ke Taman Buku yang berada di segi utara Alun Utara Keraton Kasunanan Surakarta ini lokasinya sejuk dikarenakan ada pohon beringin besar yang menaungi deretan kios buku tersebut.
Selain itu lokasinya dekat bersama dengan pusat stiker blok motor dan pusat pejualan helm. “Suasana sejuk dan nyaman menjadi alasan bagi pengunjung, tidak hanyalah berumur, mahasiswa terhitung pelajar kerap ke sini,” terangnya lagi.
Pasalnya ungkap Mbah Paino, beberapa yang mencari buku di sini justru mahasiswa dan peneliti. Mereka dengan sabar meneliti tumpukan buku kuno yang ada di rak kios. ada lebih kurang 20 kios di sini namun tidak seluruh nya membuka
