Mitos Kembang Kantil Sebagai Media Pelet

Mitos Kembang Kantil Sebagai Media Pelet

Mitos
Mitos Kembang Kantil Sebagai Media Pelet

indoarkeologi.xyz – Kembang kantil merupakan tumbuhan daerah Jawa Tengah. Mitosnya, kembang kantil memiliki aura magis dan terkait bersama hal-hal seram.

Dikutip berasal dari beraneka sumber, salah satu mitos yang berkembang aroma kembang kantil disukai oleh kuntilanak. Sosok hantu perempuan ini konon puas menempati pohon kantil.

Tidak hanya itu, sosok Nyi Roro Kidul rupanya termasuk dipercaya terlampau menyukai kembang kantil. Konon, rahasia di balik cantiknya paras ratu penguasa Pantai Selatan ini berasal berasal dari kembang kantil.

Ada pula kabar yang menyatakan kembang kantil kerap dijadikan fasilitas pelet. Pada umumnya, kembang ini digunakan oleh para wanita yang dambakan memasang susuk demi memikat lawan jenisnya. Energi berasal dari pelet bunga dipercaya mampu mengakibatkan targetnya selamanya teringat bersama orang yang Mengenakan pelet ini.

Terlepas berasal dari mitos-mitos yang mengikuti, kembang kantil yang termasuk disebut cempaka putih ini erat terkait bersama kebiasaan Jawa yang memiliki nilai filosofis tinggi. Ada istilah kemantil-kantil yang bermakna selamanya ingat di manapun berada, atau selamanya membawa pertalian yang erat meskipun alamnya udah berbeda.

Sarat Filosofi

Filosofi inilah yang jadi kebanggaan bagi masyarakat Jawa. Kebanggan ini apabila diekspresikan jadi motif batik dan ukiran, dan yang tentu dijadikan tanaman khas Jawa Tengah.

Pohon kantil mampu tumbuh hingga mencapai 30 meter dan membawa batang yang berkayu. Ranting-ranting pohonnya kebanyakan ditumbuhi bulu-bulu halus berwarna keabu-abuan. Daun kantil bersifat bulat telur dan berwarna hijau.

Tangkai daun lumayan panjang, mencapai hampir separuh panjang daunnya. Kantil membawa bunga berwarna putih yang membawa bau harum yang khas. Karena jarang ditemukan membawa buah, pembudidayaan bersama langkah vegetatif.

Pohon kantil tersebar terasa daratan Asia beriklim tropis hingga lebih dari satu pulau di kawasan Pasifik. Di Indonesia, tanaman ini tersebar di hampir semua wilayah. Habitat tumbuhan kantil meliputi daerah beriklim tropis terhadap dataran rendah hingga ketinggian mencapai 1.600 mdpl.

Bunga, batang, daun kantil memiliki kandungan alkaloid mikelarbina dan liriodenina yang membawa khasiat sebagai ekspektoran dan diuretik. Karena kadar yang dimiliki, kantil dipercaya mampu jadi obat alternatif bagi beraneka penyakit seperti bronkitis, batuk, demam, keputihan, radang, prostat, infeksi saluran kemih, dan susah kencing.

Created By indonesia arkeologi | Creative By indoarkeologi
indoPusaka